Kolaborasi Indonesia–India Jadi Kunci Efisiensi dan Modernisasi Industri Tekstil

Industri tekstil global saat ini menghadapi tantangan serius, mulai dari lonjakan biaya energi hingga disrupsi rantai pasok akibat konflik geopolitik. Kondisi ini mendorong negara-negara produsen tekstil utama, termasuk Indonesia dan India, untuk memperkuat kerja sama sebagai langkah adaptif dan strategis.
Pertemuan antara Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan India ITME Society di Bandung pada 13 April 2026 menjadi salah satu momentum penting. Forum ini mempertemukan sekitar 50 pelaku industri dari kedua negara dalam upaya mencari solusi atas tantangan produktivitas dan efisiensi energi.
Ketua India ITME Society, Ketan Sanghvi, menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam modernisasi mesin tekstil di Indonesia. India, yang dikenal cukup maju dalam teknologi permesinan tekstil, menawarkan peluang transfer teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing industri nasional. Sementara itu, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, menyambut positif inisiatif ini. Ia melihat kerja sama ini sebagai kesempatan strategis bagi pelaku industri Indonesia untuk belajar, beradaptasi, dan meningkatkan produktivitas melalui inovasi teknologi.
Salah satu isu penting yang mengemuka adalah bagaimana mengadopsi otomatisasi tanpa mengorbankan karakter industri tekstil sebagai sektor padat karya. Baik Indonesia maupun India memiliki kepentingan besar dalam menjaga penyerapan tenaga kerja. Diskusi di Bandung menekankan bahwa transformasi teknologi harus dilakukan secara inklusif—menggabungkan efisiensi mesin dengan keberlanjutan tenaga kerja. Produktivitas tetap menjadi prioritas, namun tidak boleh mengabaikan aspek sosial-ekonomi.
Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam peta industri tekstil global. Faktor seperti populasi besar, pertumbuhan kelas menengah, serta tren sustainable fashion dan digitalisasi rantai pasok menjadi daya tarik tersendiri bagi investor dan mitra internasional. Selain itu, dukungan pemerintah terhadap iklim investasi padat karya turut memperkuat daya saing sektor ini.
Pandangan positif juga datang dari Satriyo Mahanani, yang menyampaikan bahwa kolaborasi ini perlu mendapat suport dari semua pihak, menurutnya setiap upaya yang dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri nasional layak mendapat apresiasi dan dukungan penuh. Ia menekankan bahwa Indonesia perlu membuka diri terhadap berbagai peluang, khususnya di sektor tekstil yang memiliki daya serap tenaga kerja besar dan potensi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Satriyo Mahanani mengungkapkan Leadershippark sebagai entitas pemerhati industri dan perburuhan turut memberikan dorongan bagi API dan India ITME terkait upaya kolaborasi ini, apapun upaya yang dilakukan untuk memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi dan industri di Indonesia patut diberi apresiasi dan dukungan penuh mengingat Indonesia sangat perlu menjajaki semua pentuk peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui industri tekstil yang tentu menyerap tenaga kerja besar.